HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN LAMANYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAJO

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Melda Melinda
Wa Ode Sitti Zulaeha
Indah Yun Diniaty Rosidi

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan ketahanan tubuh anak. Pengetahuan ibu yang baik tentang ASI eksklusif diharapkan dapat memengaruhi keputusan dalam memberikan ASI secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan lamanya pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Wajo tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang ibu yang bayi berusia 6-12 bulan yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan langkah-langkah mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 46,4% responden memiliki pengetahuan baik, 37,5% cukup, dan 16,1% kurang. Sebanyak 42,9% responden memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, sedangkan 57,1% tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,016 (< 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan lamanya pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi dan dukungan berkelanjutan kepada ibu menyusui guna meningkatkan cakupan ASI eksklusif di masyarakat.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. Organization WH. Infant and Young Child Feeding. Geneva: WHO; 2020.
  2. Fund UNC, Organization WH, Bank W. Levels and Trends in Child Malnutrition. New York: UNICEF; 2021.
  3. Indonesia KKR. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
  4. Tenggara BPS (BPS) PS. Statistik Kesehatan Sulawesi Tenggara 2024. Kendari: BPS Sultra; 2024.
  5. Baubau DKK. Laporan Cakupan ASI Eksklusif Kota Baubau 2023. Baubau: Dinkes Kota Baubau; 2024.
  6. Kurniawati D, Lestari R, Puspitasari A. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. J Kesehat Masy. 2020;12(1):45–53.
  7. Putri NA, Handayani L, Fitria W. Hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. J Kebidanan dan Kesehat. 2022;13(2):89–97.
  8. Wahyuningsih SL. Pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan. J Ilm Kebidanan. 2020;9(1):15–22.
  9. Sarumi H. Pengaruh faktor sosial budaya terhadap pola pemberian ASI. J Sos dan Kesehat. 2022;8(2):112–20.
  10. Riyanti D, Safitri Y, Kusuma H. Hambatan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui: faktor internal dan eksternal. J Ilm Kebidanan Indones. 2020;10(1):55–63.
  11. Swarjana IK. Metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset; 2022.
  12. Mandasari V, Nurmala I. Model precede-proceed sebagai pendekatan promosi kesehatan masyarakat. J Promosi Kesehat Indones. 2021;16(1):45–55.
  13. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
  14. Marhaeni L, Rahmawati S. Faktor pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman melahirkan terhadap praktik pemberian ASI eksklusif. J Kebidanan dan Kesehat Masy. 2024;15(2):101–10.
  15. Siregar M, Hutapea R, Simanjuntak T. Strategi peningkatan status gizi bayi melalui promosi ASI eksklusif. J Gizi dan Kesehat Masy. 2020;12(1):25–33.