HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG NIFAS DI KALANGAN IBU PASCA PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAJO

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Wa Ode Nisrawati
Harnaningsi Harnaningsi
Fitrianti Musrif

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi salah satu sarana yang banyak dimanfaatkan untuk memperoleh informasi kesehatan, termasuk informasi mengenai perawatan masa nifas. Pengetahuan ibu yang baik tentang nifas sangat penting dalam mencegah komplikasi serta mempercepat proses pemulihan pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan ibu tentang nifas di wilayah kerja Puskesmas Wajo Kota Baubau tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 32 ibu pasca persalinan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan langkah-langkah mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,0% responden termasuk dalam kategori penggunaan media sosial tinggi, 25,0% sedang, dan 25,0% rendah. Sementara itu, tingkat pengetahuan responden tentang nifas berada pada kategori cukup (37,5%), baik (31,3%), dan kurang (31,3%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan ibu tentang nifas. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi edukasi berbasis media sosial oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan literasi ibu mengenai perawatan masa nifas

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

References

  1. Organization WH. Maternal mortality: Key facts [Internet]. Geneva: WHO; 2023 Aug. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality
  2. Indonesia KKR. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
  3. Tenggara DKPS. Laporan Tahunan Kesehatan Ibu dan Anak Sulawesi Tenggara 2023. Kendari: Dinas Kesehatan Provinsi Sultra; 2023.
  4. Baubau DKK. Profil kesehatan Kota Baubau tahun 2023. Baubau: Dinkes Baubau; 2024.
  5. Wajo P. Data Awal Penelitian Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Wajo Tahun 2025. Baubau: Puskesmas Wajo; 2025.
  6. Pratiwi A, Putri S. Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya nifas di daerah dengan akses kesehatan terbatas. J Ilmu Kesehat Masy. 2022;10(3):144–51.
  7. Santoso H, Desi F. Media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan ibu pascapersalinan. J Teknol Kesehat. 2024;7(1):55–63.
  8. Nuryati S, Yanti RD. Pengaruh penggunaan media sosial terhadap pengetahuan perawatan nifas dan kepatuhan kunjungan ulang. J Kebidanan Bogor. 2023;8(2):75–83.
  9. Hasanah N, Putri A, Yuliana E. Efektivitas intervensi edukasi melalui media sosial terhadap peningkatan pengetahuan ibu nifas. J Kebidanan Indones. 2022;13(1):22–30.
  10. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
  11. Adiputra Y, Lestari R, Susanti D. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat. J Pendidik Kesehat Indones. 2021;6(2):45–53.
  12. Mandasari D, Nurmala I. Model Precede-Proceed dan penerapannya dalam promosi kesehatan masyarakat. J Promosi Kesehat Indones. 2021;16(1):1–9.
  13. Sunarsih S, Wulandari R, Hidayati D. Peran media sosial dalam promosi kesehatan ibu dan anak di era digital. J Kesehat Reproduksi. 2023;14(2):110–9.
  14. Siregar F, Lubis Z, Amalia R. Strategi digital dalam upaya penurunan angka kematian ibu di Indonesia. J Kesehat Masy. 2020;15(4):305–13.